Perbedaan Compiler dengan Interpreter

Perbedaan :
1. Kalau hendak menjalankan program hasil kompilasi bisa dilakukan tanpa kode sumber. Kalau interpreter butuh kode sumber.
2. Kalau dengan kompiler, maka pembuatan kode yang bisa dijalankan mesin dilakukan dalam 2 tahap terpisah, yaitu parsing / pembuatan kode objek dan linking / penggabungan kode objek dengan library. Kalau interpreter tidak ada proses terpisah.
3. Kalau compiler membutuhkan linker untuk menggabungkan kode objek dengan berbagai macam library demi menghasilkan suatu kode yang bisa dijalankan oleh mesin. Kalau interpreter tidak butuh linker.
4. Interpreter cocok untuk membuat / menguji coba modul / sub-routine / program-program kecil. Kalau compiler agak repot karena untuk mengubah suatu modul / kode objek kecil, maka harus dilakukan proses linking / penggabungan kembali semua objek dengan library yang diperlukan.
5. Pada kompiler bisa dilakukan optimisasi / peningkatan kwalitas kode yang bisa dijalankan. Ada yang dioptimasi supaya lebih cepat, ada yang supaya lebih kecil, ada yang dioptimasi untuk sistem dengan banyak processor. Kalau interpreter susah / tidak bisa dioptimasikan.
Definis dasar:
http://www.jegsworks.com/lessons/lesson9/lesson9-1.htm
Lihat bagian translators:
http://www.cs.princeton.edu/courses/archive/spr00/cs111/labs/introJava/3.html
Perbedaan dalam bahasa common LISP:
http://www.cons.org/cmucl/doc/different-compilers.html
Perbedaan dalam bahasa Prolog:
http://gprolog.inria.fr/manual/manual008.html
Perbedaan dalam bahasa XSLT:
![]() |
| Add caption |

0 komentar:
Posting Komentar